Integrasi Person Centered Care dengan Terapi Oksigen Hiperbarik



Oleh. Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, SpKL. Subsp.KT(K),SE., M.Kes., MH., C.FEM, FISQua, FRSPH
Dalam menjajaki konvergensi antara Person Centered Care dan terapi oksigen hiperbarik (HBOT), kita melihat sebuah paradigma baru dalam perawatan kesehatan yang tidak hanya efisien tetapi juga empatik dan responsif terhadap kebutuhan individu. Artikel ini berupaya menggabungkan prinsip-prinsip Person Centered Care, sebagaimana dijelaskan oleh Angela Coulter dan John Oldham dalam Future Hospital Journal, dengan pengalaman pasien dalam HBOT yang diungkapkan dalam studi yang dipublikasikan di Diving and Hyperbaric Medicine.

Person Centered Care mengutamakan pengakuan terhadap preferensi, nilai, dan kebutuhan individu dalam proses penyembuhan. Ini menuntut sistem kesehatan yang tidak hanya memberikan informasi tetapi juga mendidik dan mengempower pasien untuk menjadi mitra aktif dalam perawatan mereka. Pendekatan ini sesuai dengan transformasi dalam HBOT, di mana pasien dilibatkan aktif dalam menentukan jalannya terapi dan menerima dukungan psikososial untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan kenyamanan selama perawatan.

Penelitian di Diving and Hyperbaric Medicine mengungkapkan bahwa banyak pasien merasa cemas sebelum memulai HBOT, namun dengan dukungan yang tepat, mereka dapat menyesuaikan diri dan bahkan menikmati prosesnya. Hal ini mencerminkan pentingnya pendekatan yang koordinatif dan mendukung dalam perawatan kesehatan, di mana pasien tidak hanya diberikan terapi tetapi juga didukung untuk mengatasi ketakutan dan kekhawatiran mereka.

Prinsip-prinsip Person Centered Care mendorong penyedia layanan kesehatan untuk mendidik dan mengempower pasien. Ini termasuk membuat pasien terinformasi tentang pilihan terapi mereka, yang serupa dengan kebutuhan dalam HBOT untuk informasi lebih lanjut tentang proses dan manfaat terapi. Tools bantu keputusan berbasis bukti, yang dibahas oleh Coulter dan Oldham, bisa sangat berguna dalam membantu pasien HBOT memahami pilihan mereka dan mengurangi kecemasan yang berhubungan dengan perawatan.

Kedua sumber menyoroti perlunya perawatan yang tidak hanya merawat penyakit tetapi juga merawat orang yang menderita penyakit tersebut. Dalam hal  HBOT, ini berarti memperhatikan kebutuhan emosional dan sosial pasien serta kebutuhan fisik mereka, menciptakan pengalaman yang lebih menyeluruh dan pribadi.

Sejalan dengan meningkatnya aksesibilitas informasi kesehatan, penting bagi praktisi HBOT untuk mengintegrasikan sumber daya informasi yang dapat membantu pasien membuat keputusan yang terinformasi tentang perawatan mereka. Hal ini mencakup menyediakan akses ke alat bantu keputusan dan mendukung pasien dalam menggunakan teknologi ini untuk mendapatkan pengalaman yang lebih baik dan lebih terinformasi.

Integrasi Person Centered Care dalam praktek HBOT menawarkan jalan maju yang menjanjikan dalam meningkatkan kualitas perawatan kesehatan. Dengan menempatkan pasien sebagai mitra dalam perawatan mereka dan memberi mereka alat dan dukungan yang diperlukan untuk mengambil bagian aktif dalam perawatan mereka, kita dapat menciptakan sistem perawatan kesehatan yang tidak hanya efektif tetapi juga sangat memuaskan bagi pasien. Kedepannya, penting untuk terus meneliti dan mengembangkan praktek terbaik dalam kedua area ini untuk memastikan bahwa semua pasien menerima perawatan yang holistik dan responsif yang mereka perlukan dan pantas dapatkan. (Reference: 1. Coulter, A., & Oldham, J. (2016). Person-centred care: what is it and how do we get there?. Future hospital journal, 3(2), 114–116. https://doi.org/10.7861/futurehosp.3-2-114; 2. MacInnes, L., Baines, C., Bishop, A., & Ford, K. (2021). Patient knowledge and experience of hyperbaric oxygen treatment. Diving and hyperbaric medicine, 51(1), 72–77. https://doi.org/10.28920/dhm51.1.72-77)

Belum ada Komentar untuk "Integrasi Person Centered Care dengan Terapi Oksigen Hiperbarik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel