Inovasi Akreditasi Pelayanan Kesehatan



Penulis : Kolonel Laut( K) DR. dr. Hisnindarsyah Sp.KL Subsp. KT(K), SE  M.Kes MH , C.FEM, FISQua, FRSPH
dan DR. Ahyar Wahyudi, M.Kep,. FIHFAA, FISQua, FRSPH/ Surveyor LAFKI

Kesehatan adalah harta yang tak ternilai. Kualitas pelayanan kesehatan adalah cerminan dari komitmen sebuah negara terhadap kesejahteraan rakyatnya. Oleh karena itu, upaya untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan merupakan keniscayaan. Namun, tak dapat disangkal bahwa perjalanan menuju pelayanan kesehatan yang lebih baik seringkali penuh dengan rintangan, kompleksitas, dan tantangan finansial yang tak sedikit.

Di tengah kompleksitas tersebut, akreditasi muncul sebagai pilar inovasi yang kuat. Ini adalah jalan pintas untuk membantu organisasi kesehatan mengevaluasi dan meningkatkan diri. Dalam konteks Indonesia, Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI) adalah contoh nyata bagaimana akreditasi dapat menjadi pendorong inspirasi dan inovasi dalam pelayanan kesehatan kita.

Mari kita lihat inspirasi dari sistem kesehatan di Andalusia, Spanyol. Di sana, mereka telah menerapkan Unit Manajemen Klinis (CMUs) dengan tujuan melibatkan tenaga kesehatan dalam mengelola sumber daya, pengambilan keputusan, hasil kesehatan, dan kepuasan pasien. CMUs telah menjadi model yang inspiratif untuk pelayanan kesehatan, dan ini adalah bukti betapa inovatifnya konsep ini.

Namun, tak hanya itu, Lembaga Andalusian Agency for Healthcare Quality (ACSA) juga memberikan contoh inspiratif dengan mengembangkan program akreditasi untuk CMUs yang mencakup 109 standar kualitas ketat. Proses ini melibatkan evaluasi diri yang mendalam, diikuti oleh kunjungan penilaian dari tim ACSA. Dengan pendekatan ini, mereka telah berhasil memotivasi organisasi kesehatan untuk terus berinovasi dan memperbaiki diri.

Penting untuk merefleksikan bagaimana akreditasi dapat menjadi pendorong perbaikan berkelanjutan. Tenaga kesehatan memegang peranan sentral dalam transformasi ini, dan akreditasi adalah alat yang memberdayakan mereka. Mereka bukan hanya melihat akreditasi sebagai kewajiban, melainkan juga sebagai peluang untuk terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sebagai refleksi di Indonesia, LAFKI memiliki tanggung jawab besar dalam mengilhami semangat inovasi dalam sistem kesehatan kita. Ini adalah langkah penting dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan lebih berdaya. Dengan melibatkan para tenaga kesehatan dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan sumber daya, akreditasi akan menjadi pendorong nyata bagi hasil kesehatan yang lebih baik dan kepuasan pasien yang lebih tinggi.

Dalam penutup, akreditasi adalah pilar penting dalam memperbaiki pelayanan kesehatan. Ini adalah alat yang menginspirasi dan mendorong inovasi di dunia kesehatan. Dengan contoh inspiratif dari Andalusia, kita memiliki peluang untuk menciptakan sistem kesehatan yang lebih baik di Indonesia. Semangat inovasi melalui akreditasi akan membawa kita menuju masa depan yang lebih sehat dan lebih cerah.

Belum ada Komentar untuk "Inovasi Akreditasi Pelayanan Kesehatan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel